You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Ingin Ambil Alih Penjagaan Pintu Air dari BBWSCC
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

DKI Ingin Ambil Alih Penjagaan Pintu Air dari BBWSCC

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku ingin mengambil alih penjagaan pintu air yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC). Sebab berdasarkan pengalaman hujan deras pada Kamis (21/4) kemarin, keterlambatan membuka pintu air membuat beberapa kawasan tergenang.

Segera kirim surat ke BBWSCC, petugas pintu air kami akan ambil alih. Agar kami bisa atur sendiri buka tutup pintu air

Basuki mendapatkan laporan petugas tidak berada di tempat saat tinggi muka air (TMA) di aliran Sungai Cipinang naik. Hal itu dilaporkan saat rapat pelanggulangan banjir di Balai Kota DKI Jakarta siang ini.

Bahkan, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur, Ahmad Yazied Bustomi mengaku baru bisa menemukan petugas setelah satu jam mencarinya.

Basuki Cek Penyebab Genangan di Jakarta

"Segera kirim surat ke BBWSCC, petugas pintu air kami akan ambil alih. Agar kami bisa atur sendiri buka tutup pintu air," kata Basuki, Jumat (22/4).

Basuki juga mengingatkan kepada petugas pintu air untuk lebih siaga saat hujan turun. Sehingga tidak terlambat melakukan buka tutup pintu air yang bisa berdampak merendam pemukiman warga.

"Aliran air itu harusnya dibagi secara merata jangan tertumpu pada satu titik saja. Jadi airnya bisa mengalir dengan cepat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11187 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1338 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1268 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1264 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye981 personBudhi Firmansyah Surapati